RANCAH POST – Insiden kecelakaan jeep lava tour Merapi terjadi pada Selasa (19/6/2018) siang kemarin sekitar pukul 14.15 WIB.
Kecelakaan lava tour Merapi tersebut menyebabkan satu orang wisatawan asal Gunung Putri Bogor bernama Enny Fatmawati (42) meninggal dunia.
Selain itu, kecelakaan wisata jip Merapi itu juga menyebabkan empat penumpang lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit lantaran menderita luka-luka.
Keempat korban luka-luka dalam insiden kecelakaan lava tour Merapi itu di antaranya Sandhy Mas Nugroho (14), Ngatmadi (54), Atik Rahmawati (40), dan Sriyatun (52), yang berasal dari Kabupaten Klaten.
Berdasarkan keterangan Kapolsek Cangkringan AKP Sutarman peristiwa kecelakaan jeep volcano tour Merapi itu berlangsung di Dusun Tangkisan, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan.
“Saat di lokasi jalanan yang menurun, jeep dengan nomor polisi H 8010 AB mengalami kendala pada setir yang membuatnya tak bisa dikendalikan hingga akhirnya masuk ke jurang sedalam 4 meter,” terang Sutarman.
Masih diterangkan Sutarman, jeep nahas dalam kecelakaan volcano tour Merapi itu dikemudikan oleh Teguh Nugraha (43), warga Hargobinangun, Pakem, Sleman.
Kecelakaan jeep lava tour Merapi itu kemudian ditangani Satlantas Polsek Pakem lantaran Polsek Cangkringan belum memiliki unit lantas.
“Peristiwa tersebut akan dievaluasi oleh pihak terkait, untuk tindak lanjutnya masih menunggu koordinasi,” ujar Sutarman.
Buntut meninggalnya seorang wisatawan dalam kecelakaan jeep lava tour Merapi, Dishub Kabupaten Sleman mengaku akan mengandangkan jip wisata Merapi yang tidak memenuhi standar keamanan.
“Bersama dari Polres kami akan melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap armada jeep di lapangan,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Mardiyana kepada wartawan, Rabu (20/6/2018).
Pemeriksaan tersebut meliputi kelaikan rem, roda, helm, sabuk pengaman, hingga setir kendaraan.
BACA JUGA: 12 Kendaraan Rusak Parah, Kecelakaan Maut Bumiayu Brebes Tewaskan 11 Warga
“Meski tidak ada uji kir, jip-jip tersebut seharusnya secara teknis laik jalan dan harus menjalani perawatan rutin karena dipakai untuk wisata,” kata Mardiyana.
