RANCAH POST – Sebuah video viral siswa tantang guru berkelahi yang beredar di media sosial ramai jadi perbincangan.
Siswa tantang guru itu diketahui berinisial TG (14), pelajar kelas VIII MTs Maarif NU Krenceng.
Menurut keterangan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikukum MTs Maarif Krenceng Tarwan, siswa tantang guru berkelahi itu memang dikenal tempramental.
Bahkan sudah beberapa kali TG berurusan dengan guru BK karena selalu melanggar peraturan sekolah seperti membolos.
Tarwan mengatakan, bila sedang dibina oleh guru, TG kerap membantah dan berontak. “Memang begitu. Kalau sedang dibina, nada bicaranya bisa lebih tinggi dari guru,” ujar Tarwan, Senin (5/2/2018).
Namun, kata Tarwan, tantangan berkelahi sembari mengancam itu baru terjadi pada 22 Januari lalu, seperti yang terlihat dalam video yang sebelumnya disebut siswa tantang kepala sekolah itu.
Kini, dari informasi yang berhasil dihimpun, siswa tantang duel guru itu mengundurkan diri dari sekolahnya.
Orangtua TG, ucap Plt Kepala Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Muhdir, memilih opsi anaknya mengundurkan diri dari sekolah.
Selepas kejadian itu, lanjut Muhdir, guru dari madrasah tersebut mendatangi rumah orangtua TG yang sebelumnya kedapatan membolos tersebut.
Ada tiga opsi yang diberikan pihak sekolah kepada orangtua. Pertama, tidak mengulangi perbuatan. Kedua, oragtua mendampingi anaknya. Ketiga, jika tidak bersedia memilih opsi pertama dan kedua, diperkenankan untuk mengundurkan diri.
“Orangtua TG memilih opsi ketiga,” terang Muhdir.
Dengan pilihan opsi tersebut, sekolah pun memutuskan untuk mengeluarkan siswa tantang guru tersebut. Tak cuma itu saja, pihak sekolah juga melaporkan perbuatan TG ke kepolisian.
“Kalau laporan ke polisi itu katanya untuk memberikan efek jera saja, sudah saya konfirmasi, dan akan segera dicabut,” ujar Muhdir.
BACA JUGA: Tuai Kecaman Netizen, Beredar Video Siswa Tantang Kepala Sekolah Berkelahi
Masih dikatakan Muhdir, pihaknya akan memfasilitasi kedua belah pihak untuk berkomunikasi. Pasalnya, Muhdir khawatir TG yang duduk di kelas IX itu tidak dapat mengikuti ujian karena kesulitan mendapat sekolah yang baru.
