RANCAH POST – Warga dikejutkan dengan penemuan mayat di sekitar Rusunawa Marunda, Senin (1/1/2018) sore sekitar pukul 16.30 WIB.
Ketiga mayat itu ditemukan di lahan kosong milik PT Kawasan Berikat Nasional (KBN), Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.
Korban diketahui berinisial AAS, 12 tahun, PT, 8 tahun, dan SD, 13 tahun. Dugaan polisi, ketiganya tewas usai ‘ngelem’.
Dikatakan Kapolsek Cilincing Kompol Ali Zusron, mayat remaja tewas usai ‘ngelem’ tersebut sudah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi.
“Masih diperiksa di RS Polri. Pihak keluarga juga sudah mengetahuinya karena mereka warga daerah itu juga,” ujar Ali, Selasa (2/1/2017).
Diterangkan Ali, ketiga mayat remaja di Rusunawa Marunda itu pertama kai ditemukan oleh warga Blok B yang sedang bermain voli. Saat ditemukan, mayat dalam kondisi membusuk.
“Bola memantul ke lokasi, dan warga mendapati tiga mayat itu saat sedang mengambil bola,” ucap Ali.
Polisi yang melakukan olah TKP mendapati lem aibon yang terbungkus plastik dan kabel listrik yang terkelupas.
“Korban diduga setelah ‘ngelem’ tersengat listrik, pada tubuhnya juga terdapat luka akibat sengatan listrik,” terang Ali.
Akan tetapi, dugaan tewas usai ‘ngelem’ itu dibantah keluarga AAS. Menurut keluarga, AAS tidak mungkin berani berbuat demikian.
“AAS itu di rumahnya baik, begitu juga di sekolahnya. Misalnya keluar rumah, dia bilang dulu kepada orangtuanya. Tidak pernah ‘ngelem’ seperti itu,” jelas Sulaiman, paman AAS.
Umi, bibi AAS juga mengatakan hal yang sama. Meski di lokasi kejadin ditemukan lem yang terbungkus plastik, keluarga tak lantas percaya AAS turut mengkonsumsinya.
“Memang ada lem aibon yang terbungkus plastik, tapi masih rapat. Sepertinya tidak sempat dipakai,” kata Umi.
BACA JUGA: WADUH Bocah Ingusan Pamer Foto Lagi Pesta Ngelem di Medsos Bikin Miris
Umi mengaku terakhir kali bertemu dengan AAS pada 31 Desember 2017. Saat itu AAS meminta uang kepada orangtuanya untuk merayakan tahun baru bersama kawannya.
