RANCAH POST – Lima siswa yang sekolah di SD yang ada di Tarakan Kalimantan Utara tak melakukan hormat bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya lantaran tak diizinkan orangtua.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kelima siswa SD tersebut berasal dari dua sekolah yang berlokasi di daerah Juata dan Kelurahan Sebengkok.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tarakan Ilham Noor, adanya siswa yang tidak melakukan hormat bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Rata itu terjadi karena kepercayaan orangtuanya.
Untuk mengatasai permasalahan tersebut, pihaknya sudah melaksanakan mediasi dengan kelima orangtua siswa tersebut.
BACA JUGA: Ulah Pemuda Acungkan Jari Tengah ke Bendera Merah Putih Bikin Netizen Jengah
“Kalau yang di SD daerah Juata laporannya sudah kami terima sejak satu bulan yang lalu. Kalau yang di Kelurahan Sebengkok itu sudah dari satu tahun silam,” papar Ilham, Jumat (27/10/2017).
Masih dikatakan Ilham, pihaknya menjelaskan makna penghormatan saat upacara bendera sebagaimana kebiasaan masyarakat Indonesia pada umumnya.
“Kami sampaikan bahwa upacara merupakan sikap kebangsaan. Bendera dihormati, bukan berarti disembah. Kepada pihak sekolah kami sampaikan agar terus melakukan pendekatan,” kata Ilham.
Akhirnya setelah pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tarakan melakukan berbagai upaya, kelima siswa SD tersebut mengikuti upacara bendera. Meski demikian, mereka masih tidak melakukan perhormatan, hanya berdiri.
“Secara perlahan mereka sudah memahaminya,” tukas Ilham.
Kabarnya, aliran kepercayaan kelima orangtua tersebut ditolak para pemuka agama di Tarakan yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
