RANCAH POST – Penghuni tenda di depan rumah Sugiyono itu kini sudah ‘menghilang’. Ia di jemput dan dibawa ke Indramayu Jawa Barat, Rabu (12/4/2017) kemarin.
Warga pun merasa kehilangan dengan perginya penghuni tenda bernama Mbah Fanani tersebut. “Mbah Fanani sudah ada di sini sejak 21 tahun yang lalu, sudah jadi bagian dari kami,” kata Kades Dieng Kulon, Slamet Budiono.
Slamet menuturkan, warga tak mempermasalahkan kepindahan petapa Gunung Dieng Mbah Fanani, terlebih bila itu kehendaknya sendiri atau keluarganya.
Namun yang mengganjal di pikiran warga adalah penjemputan sang Petapa Dieng yang kesannya tak wajar. Ya, Petapa Dieng Mbah Fanani dibawa pergi oleh sejumlah orang sekitar pukul 23.00 WIB.
Meski demikian, warga rela dengan kepergiannya ke Indramayu bahkan bila menetap di sana sekalipun. “Yang penting mbah dirawat oleh orang yang bertanggung jawab,” kata Slamet.
Lantas siapakah orang yang menyuruh untuk menjemput petapa Dieng itu dan mengantarkannya ke Indramayu?
Dari informasi yang berhasil dihimpun, orang yang memerintahkan untuk menjemput Fanani adalah Abah Roja, sesepuh Dieng yang menetap di Indramayu sejak 20 tahun lalu yang kabarnya kini berada di Kalimantan.
“Ini bukan penculikan, ini perintah dari Abah Rojab, sesepuh di Indramayu,” terang Azun Mauzun, anggota DPRD Indramayu yang ikut menjemput Mbah Fanani, Senin (17/4/2017).
Dijelaskan Azun, penjemputan itu sebenarnya sudah diperintahkan sejak tujuh bulan yang lalu. Hanya saja perintah tersebut baru bisa dilaksanakan pada 12 April 2017.
Mengenai kenapa diminta pindah, nanti akan terjawab setelah mereka bertemu. Kemungkinan Abah Rojab akan ketemu Mbah Fanani di Indramayu pada Selasa esok. Abah Rojab sekarang lagi di Kalimantan.
