RANCAH POST – Air mancur Taman Sri Baduga Purwakarta atau air mancur Purwakarta disebutkan sebagai air mancur terbesar di Asia Tenggara. Keberadaan air mancur Purwakarta itu pun diresmikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Sabtu, 18 Februari 2017.
Air Mancur Sri Baduga Purwakarta yang berlokasi di kawasan Situ Buleud ini pun menjadi tujuan favorit warga. Bahkan di air mancur Purwakarta ini, setiap akhir pekan kerap digelar pertunjukan seperti drama tari, musik, dan berbagai hiburan lainnya.
Keberadaan air mancur Purwakarta yang merupakan taman lengkap dengan atraksi air dan berbagai pertunjukan seni itu sendiri diapresiasi oleh Menpar Arief Yahya. “Fasilitas di taman ini bisa dinikmati oleh warga secara gratis. Tentu hal ini akan meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan warga,” ujar Arief.
Hanya saja peresmian Taman Air Mancur Sri Baduga Purwakarta tersebut menjadi duka bagi keluarga Yeyet (50). Sang adik, Indra Kusumawati meninggal dunia lantaran menderita serangan jantung di taman air mancur Purwakarta tersebut.
Indra yang berasal dari Gang Beringin RT 80 RW 88 Kelurahan Nagri Kaler Purwakarta disebutkan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Indra, dari penuturan Yeyet, datang ke air mancur Purwakarta bersama dengan kawannya dalam rangka reuni SMA.
Namun Indra terpisah dari rombongan ketika berebut keluar dari pintu timur, padahal panitia sudah menyediak pintu keluar dari sebelah barat. “Ia datang bersama dengan kawannya, mau reunian katanya. Mungkin kelelahan dan sempat dibawa ke rumah sakit, tapi tidak tertolong,” ujar Yeyet, di RS Bayu Asih, Jalan Veteran Purwakarta, Minggu (19/2/2017).
Dari hasil visum yang dilakukan pihak rumah sakit, diketahui bahwa korban meninggal akibat serangan jantung. Hal ini terlihat dari wajah korban yang membiru. “Tidak ada luka pada tubuh korban, termasuk kemungkinan terinjak. Dari kondisi tubuhnya yang membiru, korban meninggal dunia lantaran terkena serangan jantung,” ujar Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih, dr Denny Darmawan.
