RANCAH POST – Mahasiswa di sejumlah daerah dikabarkan menggelar demo besar-besaran. Aksi demo tersebut dinamakan dengan Aksi 121. Aksi demo mahasiswa yang dilaksanakan Kamis (12/1/2017) ini dilakukan untuk memprotes kebijakan pemerintah yang dinilai membuat masyarakat resah.
Aksi 121 sendiri memang merupakan wujud keresahan terkait sejumlah kebijakan pemerintah yang dalam beberapa waktu terakhir menaikkan sejumlah harga seperti TDL (tarid dasar listrik), BBM, sampai kenaikan biaya pengurusan STNK dan BPKB.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, ada 19 daerah yang menggelar aksi 121 tersebut, seperti Surabaya, Yogyakarta, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Semarang, Jambi, Palembang, Aceh, Padang, Riau, Jakarta, Bandung, Banjarmasin, Pontianak, Mataram, Gorontalo, Samarinda, dan Merauke.
Sementara itu, di Jawa Barat, tepatnya di Bandung, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI melakukan aksi 121 yang berlokasi di depan Gedung Sate Bandung. Aksi tersebut merupakan aksi yang juga dilakukan oleh BEM SI seluruh Indonesia. Mahasiswa yang awalnya berkumpul di Unpad Dipatiukur kemudian longmarch ke Kantor Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate.
Novi Firmansyah, koordinator aksi menyebutkan, aksi ini merupakan bentuk protes kepada pemerintah dengan naiknya sejumlah komoditas. “Ada empat komoditas yang naik, yaitu PNBP di Polri yang menyebabkan naiknya biaya administrasi, naiknya harga sembako, naiknya harga cabai, TDL, dan BBM,” ujar Novi.
Maka dari itu, dalam aksi 121 tersebut pihaknya menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Mereka menyampaikan tuntutan dan meminta supaya pemerintah melakukan penyesuian terhadap tarif kenaikan harga komoditas sesuai dengan daya beli masyarakat.
Tuntutan lainnya yaitu agar pemerintah menyelesaikan permasalahan yang ada di tingkat hulu, memperbaiki pemasaran, dan melakukan operasi pasar secara berkala agar harga cabai di pasaran tetap stabil. Bukan itu saja, dalam aksi 121, mahasiswa juga menuntut pemerintah agar mengevaluasi secara berkala kebijakan kenaikan harga yang disesuaikan dengan daya beli masyarakat.
