Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»Diplesetkan Jadi Pancagila, Militer Australia Hina Pancasila?
    Berita Nasional

    Diplesetkan Jadi Pancagila, Militer Australia Hina Pancasila?

    Toni FaturokhmanToni Faturokhman6 Januari 20170
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    Militer Australia
    Militer Australia

    RANCAH POST – Jenderal Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI dengan tegas menghentikan sementara kerja sama militer dengan pemerintah Australia. Hal ini dilakukan dikarenakan adanya hal yang tidak patut dilakukan oleh militer Australia sehingga langkah penghentian kerja sama militer ini perlu dilakukan.

    Dalam perjanjian, TNI sendiri mengirimkan prajurit untuk mengajar. Salah satunya adalah mengirim prajurit Kopassus bernama Irawan Maulana Ibrahim untuk menjadi instruktur Bahasa Indonesia. Hanya saja Irawan merasa adanya sebuah materi pelajaran yang justru menghina Indonesia, khsusnya berkenaan dengan Pancasila.

    Irawan diketahui menjadi instruktur Bahasa Indonesia di pangkalan militer Pert dan mengajar pasukan khusus Australia. Sebagai negara yang bersahabat, tindakan Australia hina Pancasila itu sudah dianggap mendiskreditkan Indonesia dan juga TNI, bahkan ideologi bangsa.

    “Tak perlu dijelaskan, terlalu menyakitkan. Semua yang berkaitan dengan tentara, Timor Leste, Papua yang harus merdeka, dan Pancasila yang diplesetkan menjadi pancagila,” terang Gatot, Kamis (5/1/2016).

    Dikatakan Gatot, tak kunjung dibentuknya tim investigasi dengan adanya kejadian Australia hina Pancasila ini dikarenakan sedang menunggu itikad dari militer Australia. Buntut dari Australia hina Pancasila itu, instruktur dan semua prajurit TNI yang sedang melakukan kerja sama militer ditarik pulang ke Indonesia.

    Dengan Australia hina Pancasila, lambang negara Indonesia, akan menjadi bahan evaluasi pula bagi Indonesia melakukan kerjasama dengan pihak Australia di bidang pertahanan lainnya. “Semuanya kita evaluasi lagi, kita hentikan dulu pendidikan ini. Kepada presiden saya juga sudah melapor,” ujar Gatot.

    Gatot juga mengungkapkan bila dirinya besahabat dengan Marsekal Mark Binskin, Kepala Angkatan Udara Australia. “Beliau mengirimi saya surat dan meminta maaf serta akan memperbaiki kurikulum. Ia juga akan mengirimkan kepala staf angkatan kepada saya dan kasat. Kita sampaikan terima kasih atas permintaan maaf itu. Program akan kita lanjutkan usai investigasi,” ujarnya.

    Australia Berita Nasional Nasional
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Toni Faturokhman
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Related Posts

    Panwaslu Rancah Bahas Strategi Pengawasan Kampanye dan Pemetaan TPS Rawan

    30 Januari 2024

    Update Korban Tewas Dalam Tabrakan Kereta Turangga vs Bandung Raya, Ini Identitasnya

    5 Januari 2024

    2 Kereta Api Tabrakan di Cicalengka Bandung, Gerbong Masuk Sawah

    5 Januari 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.