RANCAH POST – Tragis, itulah yang menimpa satu keluarga di Dukuh Ngarum RT 4, Desa Ngarum, Ngrampal, Sragen. Betapa tidak, ketika masalah mendera keluarga ini, hampir semua anggota keluarga ini memilih jalan keluar dengan cara bunuh diri.
Adalah keluarga dari almarhum Supono (55) yang secara tragis mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Salah satunya adalah Andri Budi Antoro (22) yang Senin(26/12/2016) kemarin ditemukan sudah tak bernyawa dengan mulut penuh busa. Andri ditemukan bunuh diri usai menenggak obat pembasmi rumput gramoxone. Diduga masalah asmara dengan sang kekasih yang membuat nekat mengakhiri hidup.
Ternyata yang dilakukan Andri ini serupa dengan yang dilakukan Supono, sang bapak, yang tewas pada Februari 2016 silam akibat minum racun. Supono nekat minum racun lantaran depresi berat usai ditinggal anaknya, Sari (35) yang juga meninggal akibat bunuh diri di tempat Sari bekerja di Tangerang.
“Pada Minggu pagi, Andri ada masalah denga pacarnya. Mereka terlibat pertengkaran yang berujung dengan pacarnya minta putus. Saking depresinya, korban pun nekat minum racun,” terang Budi Antana, Kaur Ekbang Desa Ngarum, Senin (26/12/2016).
Sebelum akhirnya didapati tergeletak dengan mulut penuh busa Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB, korban pada Minggu siang sempat pergi dari rumah tanpa pamit setelah terlibat pertengkaran dengan pacarnya. Korban pun kemudian didapati tergeletak sesaat setelah mengetuk pintu rumah. Meski kemudian dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.
Meninggalnya Andri menambah daftar panjang riwayat bunuh diri di keluarga tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan rekan-rekan korban, korban sempat mengirim pesan melalui medsos yang berisi permohonan maaf bila dirinya mempunyai kesalahan.
Sementara itu, dari keterangan Kapolsek Ngrampal, AKP Budiyono, di lokasi di dekat korban ditemukan, didapati adanya botol racun rumput dengan merk gramoxone dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Korban langsung diserahkan ke keluarga usai menjalani visum,” kata Budiyono.
