RANCAH POST – Fadli Zon beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik pasca beredar luasnya sebuah surat yang berisi tentang permintaan fasilitas dari KBRI untuk anaknya yang mengunjungi Amerika Serikat
Dalam surat yang ditujukan kepada Dubes RI untuk AS dan Konjend RI di New York tersebut berisikan permintaan ‘penjemputan’ dan ‘pendampingan’ anak Fadli Zon selama mengikuti pelatihan teater Stagedoor Manor 2016.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kop surat tersebut berasal dari Sekjend DPR yang ditandatangi oleh KSAP (Kepala Biro Kerja Sama Antar Parlemen), Saiful Islam. Kecaman pun muncul dari beberapa pengguna media sosial mengetahui beredarnya foto surat yang sudah beredar sejak Senin (27/6/2016) kemarin tersebut.
Namun demikian, Fadli Zon mengaku sama sekali tidak pernah meminta kepada Sekjend DPR untuk dibuatkan surat yang berisikan permintaan penyediaan fasilitas dan pendampingan selama putrinya berada di New York. Fadli Zon pun meminta maaf bila terdapat kesalahan perihal kunjungan anaknya, Shafa Sabila Fadli, ke Negara Adidaya tersebut.
Melalui klarifikasinya, Fadli Zon mengaku akan mengganti uang bensin yang dikeluarkan untuk mengantarkan anaknya selama melakukan serangkaian kegiatan di Amerika sebesar Rp1,340.000. Ia pun menyebutkan bahwa dirinya hanya meminta kepada staf sekretariat untuk memberitahukan kepada Konjend RI tentang kegiatan anaknya yang akan mengiktui Stagedoor Manor Camp 2016.
Disebutkan oleh Fadli, maksud pembertahuan tersebut adalah untuk memenuhi himbauan Kemlu agar WNI yang menyatakan bahwa WNI harus melaporkan diri bila sedang berada di luar negeri.
Anak saya perempuan berusia 18 tahun melakukan perjalanan ke New York seorang diri. Ini adalah keempat kalinya ia ikut sejak 2013. Sudah sepantasnya setiap warga negara Indonesia perlu melaporkan diri di kantor perwakilan pemerintah setempat atas nama keamanan dan lain-lain. Jikapun ada yang keliru dengan maksud saya, melalui rilis ini, saya meminta maaf.
