Berita Terkini, RANCAH POST – Dari sederet nama baru saat acara reshuffle kabinet berlangsung siang ini, salah satu yang menarik perhatian adalah Thomas Lembong, ia didaulat sebagai menteri perdagangan menggantikan posisi Rachmat Gobel.
Thomas Lembong merupakan seorang pengusaha yang memiliki gelar Bachelor of Arts dari Harvard University pada tahun 1994 lalu. Ia juga terpilih sebagai Young Global Leader (YGL) oleh World Economic Forum (WEF) pada tahun 2008 silam. Untuk saat ini, Thomas Lembong menjabat sebagai CEO dan Managing Partner perusahaan investasi Quvat Capital.
Berdasarkan beberapa sumber, pengusaha enerjik ini juga berpengalaman bekerja di Morgan Stanley, Deutsche Bank dan Farindo Investments. Bukan hanya itu, selama 2 tahun, Thomas juga sempat menjabat sebagai Division Head dan Senior Vice-President Indonesian Bank Restructuring Agency.
Namun, menurut Lana Soelistianingsih selaku Chief Economist of Samuel Asset Management, didaulatnya Thomas sebagai Mendag merupakan sebuah blunder. Menurutnya, Thomas belum memiliki kapabilitas untuk duduk di kursi Menteri Perdagangan.
Lana mengkhawatirkan, apabila banyak menteri ekonomi yang berasal dari partai dan tidak memiliki kemampuan di bidangnya, pasar akan merespons negatif. Tugas Thomas Lembong sebagai Mendag tentunya tidak mudah. Sejumlah persoalan siap menantinya, di antaranya polemik kenaikan harga daging sapi dan cabai.
