RANCAH POST – Berita Terkini, Hasil Munas Golkar Jakarta dan Bali akan resmi dilaporkan kedua seteru kepada Kemenkumham. keduanya bersaing untuk mendapatkan pengesahan dan juga legalitas kepengurusan kepada pemerintah.
Jika melihat peluang dari ke dua kubu kemungkinan menurut pengamat Politik Irman Putra Sidin mengungkapkan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie lebih mempunyai peluang di banding Munas Golkar Jakarta kubu Agung Laksono untuk diakui oleh Kemenkumham. Itu dikarenakan dalam Undang-undang Parpol tak ada yang menyebutkan munas diselenggarakan oleh presidium.
Disisi lain ungkap salah satu anggota Presidium Penyelamat Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menuturkan, Munas Golkar Jakarta sudah memenuhi aturan yang ada dalam AD/ART Partai Golkar.
Dirinya menuturkan salah satu aturan yang harus dapat dipenuhi adalah jumlah peserta Munas dari pengurus DPD Golkar I dan II memenuhi batas kuorum.
Hasil Munas Golkar Jakarta juga menghasilkan beberapa kesimpulan, diantaranya pembubaran KIH dan KMP dan juga mendukung penuh pemerintahan hasil Pemilu 2014.
Kemenkumham yang dipimpin Yasonna Laoly juga diprediksi tak akan terbebani untuk masalah pengakuan kubu mana yang sah sesuai dengan konstitusi. Tetapi, apabila Kemenkumham menilai kedua munas tersebut dari segi politik, maka pemenang perebutan pengesahan tersebut pasti sudah diketahui.
Kasus perebutan legitimasi juga mendera PPP yang mempunyai kepengurusan dua kuu. Ada Kepengurusan kubu kepemimpinan Romahurmuziy hasil Munas Surabaya dan kubu Djan Faridz kubu pendukung Muktamar Jakarta.
Pada Akhirnya Menkumham Yasonna meluncurkan surat keputusan bahwa mengakui kubu Romahurmuiziy hasil Mukhtamar Surabaya, hal tersebut sempat menuai kontroversi karena sempat diminta ditunda oleh PTUN. Yasonna Laoly yang merupakan kader PDIP dinilai mencampuri keputusannya tersebut dengan isu politik.
