RANCAH POST – Berita Terkini, Munas Golkar yang sekarang sedang digelar di Bali menghasilkan salah satu putusan yang cukup mengejutkan, keputusan tersebut berbunyi pemenyatan 9 anggota yang terlibat dalam Presidium Penyelamat Golkar. Menanggapi hal tersebut Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla menyindir soal praktik demokrasi yang diterapkan kala acara Munas.
Wapres Jusuf mengungkapkan jika partai politik merupakan salah satu kiblat demokrasi, maka partai juga harus memiliki sikap demokratis.
Dirinya hanya bisa mengembalikan penilaian mengenai Partai Golkar kepada masyarakat, lebih fokusnya terkait praktik demokrasi pada saat acara Munas Golkar. “Biarlah masyarakat yang menilai, apabila kita ingin mendapat hasil yang baik, maka prosesnya juga harus dengan cara baik,” Selasa (2/12/2014).
Munas Gokar yang ke-9 Partai yang dihelat di Bali menghasilkan putusan pemecatan sejumlah kader yang tergabung dalam Presidium Penyelamat Partai Golkar. Keputusan ini direkomendasikan oleh Nudin Halid selaku Ketua Steering Commitee Munas Golkar, dan pernyataan itu disepakati peserta.
Adapun nama-nama yang terlibat dalam Presidium Penyelamatan Partai Golkar, dan diberlakukan pemecatan oleh Munas Golkar Bali. Diantaranya, Priyo Budi Santoso, Agung Laksono, Agus Gumiwang, Agun Gunanjar, Laurens Siburian, Leo Nanaban, Nusron Wahid, Zainuddin Amali dan Yorrys Raweyai .
