Close Menu
Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rancah Post
    • HOME
    • BERITA
      • Berita Banjar
      • Berita Ciamis
      • Berita Internasional
      • Berita Nasional
      • Berita Pangandaran
      • Berita Rancah
      • Berita Tasikmalaya
    • TEKNOLOGI
      • Aplikasi
      • Info Gadget Terbaru
      • Games
      • Internet
      • Software
      • Hardware
      • Review
      • Tips & Trik
    • LIFESTYLE
      • Fashion
      • Kecantikan
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Travel
      • Relationship
    • VIRAL
      • Sosial Media
      • Viral Video
      • Tentainment
    • SMARTPHONE
    Rancah Post
    Home»Berita»Berita Nasional»Data Penerima Dibesarkan Agar Dana BLSM Bisa Diselewengkan?
    Berita Nasional

    Data Penerima Dibesarkan Agar Dana BLSM Bisa Diselewengkan?

    Muhammad SyakiebMuhammad Syakieb2 Juli 20130
    Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Follow Us
    Google News
    data orang miskin membesar agar dana blsm bisa diselewengkan
    data orang miskin membesar agar dana blsm bisa diselewengkan

    RANCAH POST – Sepertinya, bukan rahasia lagi jika implementasi pencairan dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) adalah sebagai kompensasi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang karut marut.

    Masyarakat dipertontonkan berbagai persoalan terkait pencairan dana BLSM. Mulai dari ada yang mengeluh tidak mendapat dana BLSM hingga ada sebagian masyarakat yang mengembalikan kartu perlindungan sosial (KPS) lantaran bukan kelompok masyarakat miskin.

    Kegaduhan pencairan BLSM berawal dari ketidaktepatan data masyarakat miskin yang digunakan pemerintah sebagai dasar untuk menetapkan penerima BLSM. Pemerintah menyiapkan dana Rp 9,3 triliun untuk 62 juta masyarakat miskin atau 15 juta rumah tangga sasaran (RTS) yang dianggap layak menerima BLSM. Data tersebut disebut-sebut berasal dari data Badan Pusat Statistik (BPS).

    Setelah pada implementasinya banyak masyarakat miskin yang mengeluh tidak mendapat BLSM, pemerintah pun mempertanyakan keakuratan data BPS. “Ini kan yang lakukan survei BPS bukan pemerintah,” keluh Jero Wacik saat mendapati kenyataan ada warga yang dipandang mampu dan tidak miskin, tapi ikut mengantre BLSM.

    Keluhan juga disampaikan oleh anggota DPR mengenai keakuratan data penerima BLSM yang lagi-lagi disebut-sebut dari BPS. DPR mengaku banyak mendapat keluhan dari warga miskin yang mengaku tidak memperoleh dana BLSM.

    BPS pun angkat bicara. Mereka tidak mau dijadikan kambing hitam atas kegaduhan pencairan BLSM. Jumlah penduduk miskin versi BPS mencapai 28,07 juta orang. Namun, setelah diserahkan ke pemerintah, jumlah penduduk miskin yang dicatat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mencapai 62 juta orang.

    BPS mengklaim, data jumlah orang miskin versi mereka sudah sangat valid karena melalui Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS). Kepala BPS Suryamin justru menuding data TNP2K versi pemerintah tidak akurat.

    Mengapa data orang miskin versi pemerintah menjadi lebih besar? Apakah sengaja diperbesar agar dana BLSM bisa diselewengkan? Sejauh ini, Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi tidak melihat potensi itu.

    Dia mengatakan, pada dasarnya data yang dipegang pemerintah cukup valid. Data pemerintah yang jauh lebih besar dibandingkan dengan data BPS, tidak serta merta menggambarkan ada kesengajaan meningkatkan jumlah orang miskin agar dana BLSM semakin besar dan bisa diselewengkan.

    “Data mereka itu besar karena ada range 25 persen dari data BPS. Pandangan kami, tidak terjadi penggelembungan data orang miskin. Justru sebaliknya, masih banyak orang miskin yang tidak terdata sehingga banyak yang tidak terima BLSM,” ujar Ucok kepada merdeka.com, Selasa (2/7).

    Dia menegaskan, kesalahan terletak di data yang menyebutkan jumlah orang miskin di Indonesia sudah turun. Padahal, kata dia, kenyataannya berbeda jauh. Sederet angka sengaja ditampilkan untuk memberi gambaran bahwa pemerintah berhasil menurunkan angka kemiskinan.

    “Pemerintah malu kalau angka dipaparkan angka kemiskinan besar. Itu artinya kan sama saja pemerintah kinerjanya tidak bagus karena tidak berhasil menekan jumlah orang miskin,” katanya.

    Dengan data kemiskinan yang konon kata BPS sudah turun, maka data penerima BLSM menjadi sangat kecil dibanding dengan kenyataan yang memperlihatkan masih banyak jumlah orang miskin di Indonesia.

    Masalah kedua dari karut marut BPS adalah kesalahan di tingkat pengalokasian dan penetapan anggaran. Pemerintah dan DPR hanya sepakat alokasi BLSM hanya Rp 9,3 triliun. Pada kenyataannya jumlah tersebut diyakini kurang. Jadi jangan heran jika masih banyak orang miskin di negeri ini yang tidak merasakan dana BLSM. “Akhirnya ya banyak yang tidak dapat dana BLSM,” tutupnya. [mrdk]

    BLSM
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram LinkedIn Copy Link
    Muhammad Syakieb
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)

    Pemerhati Sosial dan Dinamika Bangsa

    Related Posts

    Panwaslu Rancah Bahas Strategi Pengawasan Kampanye dan Pemetaan TPS Rawan

    30 Januari 2024

    Update Korban Tewas Dalam Tabrakan Kereta Turangga vs Bandung Raya, Ini Identitasnya

    5 Januari 2024

    2 Kereta Api Tabrakan di Cicalengka Bandung, Gerbong Masuk Sawah

    5 Januari 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Cara Menggunakan Flashdisk di HP iPhone, Bebas Ribet & Pasti Berhasil!

    2 Maret 2026

    Nubia Neo 5 GT Siap Debut di MWC 2026, Bawa Kipas Pendingin Aktif

    28 Februari 2026

    Realme Narzo Power 5G Meluncur 5 Maret, Spesifikasinya Identik dengan P4 Power?

    28 Februari 2026

    Infinix Smart 20 Resmi Diumumkan, Pakai Helio G81 Ultimate dan Layar 120 Hz

    28 Februari 2026
    Daftar HP Terbaru 2026
    • Samsung Galaxy S26 Ultra Samsung Galaxy S26 Ultra Rp24.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Plus Samsung Galaxy S26 Plus Rp19.499.000
    • Samsung Galaxy S26 Samsung Galaxy S26 Rp16.499.000
    • Vivo iQOO 15R Vivo iQOO 15R Rp5.899.000
    • Honor X6d 5G Honor X6d 5G Rp2.499.000
    • Honor Play 60A Honor Play 60A Rp3.799.000
    Rancah Post
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube LinkedIn
    • Kontak
    • Privacy
    • Terms
    • Disclaimer
    © 2026 Rancah Post.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.